Ketika kita memulai membaca setiap apa yang pernah kita lakukan, secara kasat mata terlihat mekanistis. Mulai dari kita bangun tidur dan kembali tidur bisa diibaratkan seperti “hilir ke hulu” yang artinya mengalir saja. Lurus seperti penggaris sehingga tidak ada tonjolan yang menarik dan mengakibatkan kejenuhan yang kadang mampu menimbulkan kemalasan yang amat sangat menggagu aktivitas kita sehari – hari. Sekarang coba kita mulai dengan perubahan yang baru, mengibaratkan kehidupan seperti gambar polos yang awalnya tidak menarik dipandang mulai kita beri warna sehingga orang memandang pun akan terkesan bahagia. Seperti halnya kebiasaan kita, lakukan pekerjaan kita lebih awal, misalnya, jika biasanya kita menyelesaikan tugas kuliah hingga tengah malam, maka mulai sekarang usahakan jam 9 malam sudah selesai dikerjakan. Hal ini akan berpengaruh terhadap proses pengerjaanya. Disaat kita sudah mulai kepepet, maka kita akan menemukan cara terbaik untuk menyelesaikannya.
Yang sering kita lakukan setiap mendapat tugas kuliah adalah menunggu teman selesai mengerjakan dan kemudian kita tinggal menyalin saja. Dari hal ini, kita tergolong manusia yang tidak kreatif. Karena itu, kita buat perubahan yang baru. Kita mencoba mempelajari setiap masalah dari tugas tersebut. Biasanya apabila kita tidak mengusai masalah kita juga akan kesulitan menjadi kreatif. Kemudian dari masalah yang kita pahami, kita mencari pemecahanya. Kita bisa memodifikasi pemecahan masalah orang lain yang kontekstual dengan saat ini.
Lihat kemungkinan lain, pengembangan dari pemecahan masalah yang sedang kita hadapi. Tuliskan masalah yang sudah kita temukan di atas kertas, lalu buat cabang-cabangnya. Kira-kira hal-hal apa saja yang berkaitan dengan masalah kita. Dari situ, buatlah beberapa pilihan pemecahan masing-masing masalah. Jangan hanya puas dengan 1 pilihan. Apabila dalam tugas tersebut kita masih menemukan kesulitan, coba kita mulai sharing dengan teman. Dari hal ini kita akan menjumpai suatu perdebatan. Namun pikirkan juga kemungkinan terburuk dari pemecahan masalah tersebut. Lalu cari jalan keluar dari kemungkinan terburuk itu. Dari sana kita akan menemukan sebuah gagasan baru yang tak kalah serunya dengan gagasan awal. Mulailah dengan berfikir lawan dari gagasan kita. Dari hal ini kita bisa mengembangkan gagasan tersebut. Kemudian cari kelemahan dari gagasan kita. Buat daftar sebanyak-banyaknya kelemahan yang bisa kita temui dalam gagasan tersebut. Setelah itu, carilah jawaban atas kelemahan tadi. Dengan cara seperti itu, gagasan anda menjadi kuat dan berkembang. Buatlah analogi dari permasalah atau gagasan kita. Analogikan dengan hal yang kita kenal betul. Misalnya, analogikan dengan hubungan percintaan (berarti ada unsur toleransi, laki-laki, perempuan, kencan dan lain sebagainya). Posisikan setiap unsur dalam masalah atau gagasan kita pada unsur hubungan percintaan tersebut. Carilah analog yang paling pas dengan masalah kita.
Untuk menjadi lebih kreatif kita juga bisa memulai dengan membaca buku. Misalkan kita membaca novel. Di dalam urutan novel, kita sering menemukan alternative gagasan baru untuk persoalan dalam novel tersebut. Sehingga kita mampu menemukan pemecahan masalah yang baru. Selain novel kita bisa menemukannya di film. Prinsipnya, kita selalu menjadikan persoalan yang ada menjadi bagian diri kita sendiri. Sehingga setiap mendengar atau melihat sesuatu, kita bisa menemukan jawabanya.
Kreatifitas akan semakin meledak-ledak jika kita mencintai kegiatan yang kita lakukan. Kekuatan cinta bisa membuat seluruh jiwa raga kita terpacu. Carilah sisi menarik dari kegiatan anda dan cobalah untuk mencintainya. Apabila tidak berhasil, akan lebih terpuruk apabila kita tetap bertahan. Jadi carilan kegiatan yang lebih menarik yang bisa mendukunh pengembangn kita. Karena kita berhak berkembang. Kita tangguh dalam semua hal. Good luck !!. (jeni_hmjf)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar