Rabu, 12 September 2012

TITIP RINDU UNTUK AYAH



Apabila masih ada sedikit waktu ku untuk mengadu
Bagaimana aku mampu melihat hujan membasahi setiapbibir lembut - Mu
Bagaimana aku mampu menepuk bahuku
Bagaimana aku mampu membiarkan telapak tanganku mengayuh
Untuk ayah, aku inginkan belaian itu selalu
Ketika tangisku, aku inginkan saput basah itu ayah
Ketika masih ada waktuku
Maka biarkanku bersimpuh
Meratapi setiap kenginan – MU
Dan berbicara selembut lantunan merdu ketika Engkau mengasihiku
Ketika ku dapati waktu
Maka biarkanku bersimpuh diantara pergelagan tangan- Mu
Kemudian sujudku sepercik doa rinduku –Ayah

“jeni”

AYAHKU “GURU dan INSPIRASIKU”




Ayah. Belakangan ini menghinggapi relung hatiku. Masih aku jumpai sosok ayah dikala pagi hingga malamku, dari tidur hingga kembali ku tertidur. Sosok satu ini tidak bisa lepas dari hidup dan kehidupanku. Darinya aku belajar banyak hal.  Tanggung jawab, dedikasi, kerja keras dan tentu saja semangat spiritual. Aku tidak bisa membayangkan akan bagaimana perjalanan hidupkan tanpa dia. Ayahku bagiku guruku. Bukan karena dia berprofesi sebagai guru, karena dia memang bukan seorang guru tapi dia hanya seorang buruh dengan kerja kerasnya. Akan tetapi banyak hal yang bisa aku timba darinya. Selain itu, ayahku juga inspirasiku untuk terus berjuang dan berjuang menapaki takdir kehidupanku saat ini dan ke depan nanti. Ayahku tidaklah pandai, namun ayahku adalah sosok yang cerdas. Bagiku ayah segalanya.
Seperti halnya dengan yang lain, seiring berjalannya waktu komunikasiku dengan ayahku tidak selamanya baik. Adakalanya “misunderdtanding” tentang suatu hal yang biasanya lebih dominan dengan kehidupan pribadiku. Di kali lain begitu dekat bahkan sangat dekat layaknya seorang anak dan ayahnya. Barangkali ada keinginan dan prinsip hidupnya yang sampai saat belum mampu aku penuhi. Bukan tidak bisa, tapi mungkinbutuh waktu dan proses.
Dimataku, ayahku sangat hebat, dan benar- benar hebat. Sebagai lelaki yang memiliki tanggungjawab tidak ringan, dengan 2 orang anaknya dan 2 orangtuanya, dia mampu menunjukkan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Dia selalu memutarotaknya untuk bekerja dan selalu meluwangkan waktunya untuk bekerja. Ada sisi kekurangan dan kelemahan dalam dirinya dan itu sangat wajar terjadi sebagai manusia biasa. Karena manusiatak ada yang sempurna. Ayahku punya kelebihan tersendiri dan kekurang yang dia miliki selalu bisa dia tutupi denga kelebihan seperti halnya penilaian dimata orang –orang disekitar yang menilai dia secara dekat.
Saat kecil, darinya aku sudah belajar bagaimana menagemen waktu, disela sela belajarku masih ada waktu bermain bersama teman – teman dan tidak akan mengganggu waktu belajarku. Ketika besar pun ayah tidak lelahnya mengajariku mengenai prinsip dan nilai – nilai kehidupan selayaknya aku jadikan patokan dalam menyusuri kehidupan yang fana ini.
Diusianya yang sudah menjelang kepala 5 membuatnya tak lagi memiliki ketangguhan seperti halnya dulu. Akan tetapi ayah selalu berfikir tegas, buatnya diam tak lagi ada artinya. Dia selalu memiliki semangat dan ambisi seperti masa mudanya. Ayahku dimasa mudanya. Dia adalah pemuda yang tahan malu, keadaan keluarganya yang pas – pas – an dan adik – adiknya yang banyak membuatnya harus hidup mandiri. Bermodalkan tenaga mudanya dia harus berjalan kaki setiap melakukan kegiatan, dari sekolah dan kegiatannya yang lain. Dia terus memutar otak untuk mewujudkan pendidikan yang dia inginkan. Setiap sore hingga  banyak teman – teman yang harus menunggu dirumahnya untuk belajar, memberikan ilmu secara gratis. Kata ayah dikehidupan yang lalu ilmu adalah modalnya untuk berbagi.
Keinginanya untuk merasakan sarjana dia harus berbanting setir. Dia menjadi kondektur bus dan mulai menabung. Perjalananya dari kota kekota memberikan pengalam yang baru. Dia tidak hanya kondektor akan tetapi dia adalah sosok kondektur yang ulet dan ramah. 3 tahun beradu nasib menjadi kondektur memaksanya harus pulang, karena disana bayak orang yang menunggunya. Saat itu dia diminta menjabat sebagai perangkat desa dimasa mudanya. Permintaan yang cuma – cuma karena saat itu pun buat mencalonkan diri juga harus merogoh kocek yang luar biasa. Pikirnya permintaan itu akan merubah hidupnya dan lebih cepat buatnya menjadi sarjana. Hasilnya pekerjaan itu mampu dia raih dan kembali kehidupnya di masyarakat.
Keuletanya tak membuatnya patah arah setelah dia menerima pekerjaan tersebut. Semakin hari dia terus memutar otaknya mencari pekerjaan yang lain. Peternak ayam kampong, sapi aging, berkebun dan usaha lain yang menemani perjalanhidupnya. Dari sana dia mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk orang lain juga.
Kesuksesan yang telah dia raih hingga sekarang tak membuatnya besar kepala, akan tetapi dia masih menjadi ayah yang sederhana seperti dulu. Dan ayahku sosok seseorang yang tidak mau diam. Terbukti setiap pekerjaan yang menemani hidupnya selalu dia kerjakan sendiri dan tidak berpatokan dengan orang lain. The best insipirasi.
Ayah, aku berdo’a semoga jerih payah yang telah ayah lakukan selama ini untukku dan keluarga mendapat balasan setimpal dari Allah SWT. Semoga dengan kebaikanmu Allah SWT mengampuni segala kesalahanmu, melimpahi keberkahan dalam sisa hidupmu dan senantiasa diberi kebahagiaan lahir dan batin.
Allahummaghfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani saghira
Ya Tuhan kami, ampunilah segala dosaku dan dosa kedua ibu bapakku serta kasihanilah ibu bapakku sebagaimana mereka mengasihaniku sewaktu masa kecilku.
Amin.
(jeni_hmjf)



MENUJU JATI DIRI YANG TANGGUH




Ketika kita memulai membaca setiap apa yang pernah kita lakukan, secara kasat mata terlihat mekanistis. Mulai dari kita bangun tidur dan kembali tidur bisa diibaratkan seperti “hilir ke hulu” yang artinya mengalir saja. Lurus seperti penggaris sehingga tidak ada tonjolan yang menarik dan mengakibatkan kejenuhan yang kadang mampu menimbulkan kemalasan yang amat sangat menggagu aktivitas kita sehari – hari. Sekarang coba kita mulai dengan perubahan yang baru, mengibaratkan kehidupan seperti gambar polos yang awalnya tidak menarik dipandang mulai kita beri warna sehingga orang memandang pun akan terkesan bahagia. Seperti halnya kebiasaan kita, lakukan pekerjaan kita lebih awal, misalnya, jika biasanya kita menyelesaikan tugas kuliah hingga tengah malam, maka mulai sekarang usahakan jam 9 malam sudah selesai dikerjakan. Hal ini akan berpengaruh terhadap proses pengerjaanya. Disaat kita sudah mulai kepepet, maka kita akan menemukan cara terbaik untuk menyelesaikannya.
 
Yang sering kita lakukan setiap mendapat tugas kuliah adalah menunggu teman selesai mengerjakan dan kemudian kita tinggal menyalin saja. Dari hal ini, kita tergolong manusia yang tidak kreatif. Karena itu, kita buat perubahan yang baru. Kita mencoba mempelajari setiap masalah dari tugas tersebut. Biasanya apabila kita tidak mengusai masalah kita juga akan kesulitan menjadi kreatif. Kemudian dari masalah yang kita pahami, kita mencari pemecahanya. Kita bisa memodifikasi pemecahan masalah orang lain yang kontekstual dengan saat ini.
Lihat kemungkinan lain, pengembangan dari pemecahan masalah yang sedang kita hadapi. Tuliskan masalah yang sudah kita temukan di atas kertas, lalu buat cabang-cabangnya. Kira-kira hal-hal apa saja yang berkaitan dengan masalah kita. Dari situ, buatlah beberapa pilihan pemecahan masing-masing masalah. Jangan hanya puas dengan 1 pilihan.  Apabila dalam tugas tersebut kita masih menemukan kesulitan, coba kita mulai sharing dengan teman. Dari hal ini kita akan menjumpai suatu perdebatan. Namun pikirkan juga kemungkinan terburuk dari pemecahan masalah tersebut. Lalu cari jalan keluar dari kemungkinan terburuk itu. Dari sana kita akan menemukan sebuah gagasan baru yang tak kalah serunya dengan gagasan awal. Mulailah dengan berfikir lawan dari gagasan kita. Dari hal ini kita bisa mengembangkan gagasan tersebut. Kemudian cari kelemahan dari gagasan kita. Buat daftar sebanyak-banyaknya kelemahan yang bisa kita temui dalam gagasan tersebut. Setelah itu, carilah jawaban atas kelemahan tadi. Dengan cara seperti itu, gagasan anda menjadi kuat dan berkembang. Buatlah analogi dari permasalah atau gagasan kita. Analogikan dengan hal yang kita kenal betul. Misalnya, analogikan dengan hubungan percintaan (berarti ada unsur toleransi, laki-laki, perempuan, kencan dan lain sebagainya). Posisikan setiap unsur dalam masalah atau gagasan kita pada unsur hubungan percintaan tersebut. Carilah analog yang paling pas dengan masalah kita.
Untuk menjadi lebih kreatif kita juga bisa memulai dengan membaca buku. Misalkan kita membaca novel. Di dalam urutan novel, kita sering menemukan alternative gagasan baru untuk persoalan dalam novel tersebut. Sehingga kita mampu menemukan pemecahan masalah yang baru. Selain novel kita bisa menemukannya di film. Prinsipnya, kita selalu menjadikan persoalan yang ada menjadi bagian diri kita sendiri. Sehingga setiap mendengar atau melihat sesuatu, kita bisa menemukan jawabanya.
Kreatifitas akan semakin meledak-ledak jika kita mencintai kegiatan yang kita lakukan. Kekuatan cinta bisa membuat seluruh jiwa raga kita terpacu. Carilah sisi menarik dari kegiatan anda dan cobalah untuk mencintainya. Apabila tidak berhasil, akan lebih terpuruk apabila kita tetap bertahan. Jadi carilan kegiatan yang lebih menarik yang bisa mendukunh pengembangn kita. Karena kita berhak berkembang. Kita tangguh dalam semua hal. Good luck !!. (jeni_hmjf)

Rabu, 18 Januari 2012

puisi

PENYESALAN
By: Jeni N.N.H

Sempat sedikit tetesan itu menghujam tulang-tulangku
Hingga raga seakan terpasung
Seolah jiwa semakin renta disetiap goresan tak bernyawa
Aku redup seolah aku tak sadar akan indahnya
Membiarkan semakin kebobrokan itu menutupi jurang-jurang merangkul
Menutipi setiap celah sinar itu seolah mematikan nyawaku
Hanya goresan menyayat yang semakin menampakan ozon dalam getir Tanya
Hanya belati yang semakin sering mendekatiku
Meredupkan angan yang engah berkepanjangan dan kenyataan
Seolah nafas semakin tipis hingga mengangah setiap laju jalan yang ada
Membiusku hingga aku tergolek tak berdaya
Dan semakin sering menampakan belati tak bernyawa
Dan aku hanyalah sesokpendosa yang tak lagi kokoh

Senin, 16 Januari 2012

puisi


KU MASIH KU

Memulai kalimat diantara sela himpitan duka
. Kesetian malam menemaniku dikala tangis menghujamkan setiap rongga nafas yang ada
. Bukan hanya keraguan
. Bukan keterpaksaan tapi memaksa
. Aku ragu aku curiga
. Aku menangis namun bahagia
. Aku masih bersama mu disaat itu
. Aku tak mengirti namun aku biasa
. Aku hanya aku yang tunduk olehmu
. Sadarkah ku dikalu ku merajang hariku untuk mu
, tapi sayang tak sadar kau bersama ku
. Aku hanya terdiam bahwu ku akan menjadikan yang terindah di antara luka
. Maka dikala itu ku akan tetap aku
. Dan disaat tu pula ku seperti kau yang selalu acuhkan
. Maka biarkan ku menjadi aku
. Dan aku kan selalu seperti aku diantara pedih menyiksa

By: Jeni

Kamis, 12 Januari 2012

BERSAMA AKU DAN MALAMKU


Masih bersama malamku yang hening dan sunyi ketika aku beranjak dari ribuan langkah kaki yang terukir disaat itu
Masih bersama malamku dengan tarian khasnya yang melumpuhkan setiap urat nadiku
Masih bersama malamku dengan kehampaan hati yang menghujam ribuan tangis dikala kelembutan hatiku merangkul harapan
Masih bersama malamku yang setia disetiap pilu memukulkan ribuan beban di antara puing-puing kehidupanku
Masih bersama malamku dengan penat menyingsingkan setiap goresan dikala itu
Masih bersaa malamku yang menyiksa setiap biduk abadiku
Bersama malamku dengan ribuan merayu diatas perihku
Bersama malamku dengan semakin merunduk diantara hamparan tandus
Dan tetap bersama malamku

Senin, 03 Oktober 2011


HANYA
By: Jeni N.N.H

Detik ini adalah tangis
Menit ini adalah luka
Jam ini adalah sakit
Hari ini adalah perih
Bulan ini adalah jeratan laju menjurang
Mengikis setiap tawa terindah
Menerpa ribuan nyawa tersisa
Menyerang setiap hidup bernyawa
Ketika kalut meraja
Ketika benci meracun
Ketika dendam membara
Hanya mata panas
Seakan meronta mengusik tenang dalam drama
Melakonkan secuil kehidupan tak nyata
Hanya aku tak ingin menyayat
Hanya aku bukan delima
Dan aku tak lagi berarti
Hanya berharap esok adalah mimpi termanis