Rabu, 29 Juni 2011


Tak Berlalu
By: Jeni

Sadarku alam angan yang kosong
Seakan mengarah dalam naung yang tak  mampu teraba
Kosong hampa memercik
Bercandu dalam gelap yang seakan membawa sunyi tanpa arti
Kemarin tu langkah hanyalah sesaat tak berarti
Aku goyah dalam perkataan yang terdengar ricuh
Aku coba terbangun dan melangkah
Tapi sangka apa yang terjadi tak terduga
Hanya lemah menggigil
Tertatih tatih mencari celah kosong
Derita apa tak mampu terawang oleh jiwaku
Hanya saja ketika aku menoleh terlihat kemunafikan
Keegoisan yang tak mampu tersadari
Seolah semuanya adalah kemurnian yang membanggakan
Dan kini pun semuanya adalah bisu
Lelah dalam hampa
Menetes perih dalam jiwa
Hanya harap tawa menanti esok terang
Manyambutku bersama mentari pagi yang terang
Menemaniki dalam indahnya malam bersama blan yang terang
Dan memnuntuku kedalam surga kedamaian


Sebongkah Batang Retak
By: Jeni N.N.H

Dalam setiap jejak yang tertempuh
Tak sedikit jurang-jurang menghadang
Menghalangi laju yang terangkai
Menutupi setiap langkah yang pasti
Mengikis harapan yang semakin erat merangkul
          Ku sandarkan setiap detik waktuku dibahumu
          Ku ikatkan tabu disetiap langkah terjalmu
          Ku lihatkan dalam setiap angan yang terlampau
          Ku serahkan sedikit menitku melaju bersamamu
          Mengungkap apa yang tak pasti disetiap kataku
Bukan karena aku yang lemah
Bukan karena aku yang tak mampu berdiri
Bukan pula aku yang enggan akan hasratmu
Tapi aku inginkamu hanya untuk-Nya
Untuk melaju bersama arah suci disetiap harap yang berkembang
          Tak ada daya yang sanggup terungkap
Tak ada detak yang semakin mengikat
          Hanya getir-getir kehidupan yang kian melaju
          Ku sampaikan inginku disetiap pagi menjemputku
          Dan ku ungkapkan hasratku setiap malam mengadu menghadirmu
Hanya mampu ungkap rasa
Tanpa harus bisa dalam nyata
Dan aku adalah sebongkah batang yang retak disaat ini


I try love you for ever


PENYESALAN
By: Jeni N.N.H

Sempat sedikit tetesan itu menghujam tulang-tulangku
Hingga raga seakan terpasung
Seolah jiwa semakin renta disetiap goresan tak bernyawa
Aku redup seolah aku tak sadar akan indahnya
Membiarkan semakin kebobrokan itu menutupi jurang-jurang merangkul
Menutipi setiap celah sinar itu seolah mematikan nyawaku
Hanya goresan menyayat yang semakin menampakan ozon dalam getir Tanya
Hanya belati yang semakin sering mendekatiku
Meredupkan angan yang engah berkepanjangan dan kenyataan
Seolah nafas semakin tipis hingga mengangah setiap laju jalan yang ada
Membiusku hingga aku tergolek tak berdaya
Dan semakin sering menampakan belati tak bernyawa
Dan aku hanyalah sesokpendosa yang tak lagi kokoh

HANYA
By: Jeni N.N.H

Detik ini adalah tangis
Menit ini adalah luka
Jam ini adalah sakit
Hari ini adalah perih
Bulan ini adalah jeratan laju menjurang
Mengikis setiap tawa terindah
Menerpa ribuan nyawa tersisa
Menyerang setiap hidup bernyawa
Ketika kalut meraja
Ketika benci meracun
Ketika dendam membara
Hanya mata panas
Seakan meronta mengusik tenang dalam drama
Melakonkan secuil kehidupan tak nyata
Hanya aku tak ingin menyayat
Hanya aku bukan delima
Dan aku tak lagi berarti
Hanya berharap esok adalah mimpi termanis