Senin, 03 Oktober 2011


HANYA
By: Jeni N.N.H

Detik ini adalah tangis
Menit ini adalah luka
Jam ini adalah sakit
Hari ini adalah perih
Bulan ini adalah jeratan laju menjurang
Mengikis setiap tawa terindah
Menerpa ribuan nyawa tersisa
Menyerang setiap hidup bernyawa
Ketika kalut meraja
Ketika benci meracun
Ketika dendam membara
Hanya mata panas
Seakan meronta mengusik tenang dalam drama
Melakonkan secuil kehidupan tak nyata
Hanya aku tak ingin menyayat
Hanya aku bukan delima
Dan aku tak lagi berarti
Hanya berharap esok adalah mimpi termanis



Sepercik Hidup
By: Jeni

Hidup layaknya naungan angan

Seakan tak berarti
Tapi mata pekak pada pancaran   sinar yang ada
Terikat raga seolah terpedaya
Bukan karena kata tapi gerak yang mematikan
Membisu seolah tak lekang oleh waktu
Berarti tapi tak ada daya
Jiwa kaku dan tak mengerti

Salah tak lalu

Jiwa pun seolah kaku
Ini hidup
Tapi bukan khayalan
Ini hidup
Tapi bukan pandangan
Ini hidup
Tapi bukan perkataan
Ini hidup
Tapi bukan permainan
Ini hidup
Setapak kaki dalam tujuan
Sepercik sinar tuk jalan
Seutas tali tuk pegangan
Segenggam arah tuk meniti langkah


TAK SADARKAN
By: JENI N.N.H

Kadang keadaan menorehkan berjuta harapan
Menerjang angan yang seolah masih terbelenggu
Bukan karena kehidupan itu mati
Bahkan seolah bagai binatang
Sedikit melangkah semakin tertejang arus kebobrokan
Bukan hal yang biasa atau mampu teracuhkan
Bukan pula hal yang luar biasa
Tapi alam adalah nyawa
Mengikat jiwa jiwa pada dalamnya ozon bumi
Mempertarukan segala setiap nafas yag tergelintir
Dan pekat menyambar semakin deras
Hanya saja mereka tak pernah menyadari
Alam memberontak
Teriakan tangisan semakin meronta
Dan mereka tetap tak pernah mengerti
Dan hanya mungkin mengerti ketika meraka berlaharkan panas memuncak

"YA"
by:jeni

Ya,,masih teringat disaat semua yang berlalu adalah keindahan yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh siapa pun.
Hanya insan yang mampu menapaki setiap apa yang dia jalankan dan apa yang saat itu dia rasakan.
Memang adakalanya semua akan merasakn kejenuhan, dimana dia akan merasakan dirinya sendiri dan akan merasakan bahwa tak ada seorang pun yang memahami dia.
Bukan hal yang menakutkan tapi itulah suatu ujian, ujian dimana hanya dia sendiri yang mampu menemukan kembali apa yang telah hilang dari dirinya dan bukan orang lain yang menjadi pelampiasan atas semuanya.
INGATLAH!!!!!!dalam keadaan apa pun tak ada satu orang pun yang tak perduli dengan kita.
Tanpa kita sadari dan tanpa kita tahu mereka yang selalu didekat kita adalah perduli  dan amat mengkhawatirkan kita dalam hal apa pun.
YA,,,,mungkin jenuh itu menerpa tak pernah sedikit pun kita berfikir demikian.
Tapi keegoisan kita itu tak pernah sedikit pun membuat mereka pergi.
Mereka tetap ada hingga kita kembali tersenyum manis dan berkata “AKU BISA”...

Rabu, 29 Juni 2011


Tak Berlalu
By: Jeni

Sadarku alam angan yang kosong
Seakan mengarah dalam naung yang tak  mampu teraba
Kosong hampa memercik
Bercandu dalam gelap yang seakan membawa sunyi tanpa arti
Kemarin tu langkah hanyalah sesaat tak berarti
Aku goyah dalam perkataan yang terdengar ricuh
Aku coba terbangun dan melangkah
Tapi sangka apa yang terjadi tak terduga
Hanya lemah menggigil
Tertatih tatih mencari celah kosong
Derita apa tak mampu terawang oleh jiwaku
Hanya saja ketika aku menoleh terlihat kemunafikan
Keegoisan yang tak mampu tersadari
Seolah semuanya adalah kemurnian yang membanggakan
Dan kini pun semuanya adalah bisu
Lelah dalam hampa
Menetes perih dalam jiwa
Hanya harap tawa menanti esok terang
Manyambutku bersama mentari pagi yang terang
Menemaniki dalam indahnya malam bersama blan yang terang
Dan memnuntuku kedalam surga kedamaian