Rabu, 18 Januari 2012

puisi

PENYESALAN
By: Jeni N.N.H

Sempat sedikit tetesan itu menghujam tulang-tulangku
Hingga raga seakan terpasung
Seolah jiwa semakin renta disetiap goresan tak bernyawa
Aku redup seolah aku tak sadar akan indahnya
Membiarkan semakin kebobrokan itu menutupi jurang-jurang merangkul
Menutipi setiap celah sinar itu seolah mematikan nyawaku
Hanya goresan menyayat yang semakin menampakan ozon dalam getir Tanya
Hanya belati yang semakin sering mendekatiku
Meredupkan angan yang engah berkepanjangan dan kenyataan
Seolah nafas semakin tipis hingga mengangah setiap laju jalan yang ada
Membiusku hingga aku tergolek tak berdaya
Dan semakin sering menampakan belati tak bernyawa
Dan aku hanyalah sesokpendosa yang tak lagi kokoh

Senin, 16 Januari 2012

puisi


KU MASIH KU

Memulai kalimat diantara sela himpitan duka
. Kesetian malam menemaniku dikala tangis menghujamkan setiap rongga nafas yang ada
. Bukan hanya keraguan
. Bukan keterpaksaan tapi memaksa
. Aku ragu aku curiga
. Aku menangis namun bahagia
. Aku masih bersama mu disaat itu
. Aku tak mengirti namun aku biasa
. Aku hanya aku yang tunduk olehmu
. Sadarkah ku dikalu ku merajang hariku untuk mu
, tapi sayang tak sadar kau bersama ku
. Aku hanya terdiam bahwu ku akan menjadikan yang terindah di antara luka
. Maka dikala itu ku akan tetap aku
. Dan disaat tu pula ku seperti kau yang selalu acuhkan
. Maka biarkan ku menjadi aku
. Dan aku kan selalu seperti aku diantara pedih menyiksa

By: Jeni

Kamis, 12 Januari 2012

BERSAMA AKU DAN MALAMKU


Masih bersama malamku yang hening dan sunyi ketika aku beranjak dari ribuan langkah kaki yang terukir disaat itu
Masih bersama malamku dengan tarian khasnya yang melumpuhkan setiap urat nadiku
Masih bersama malamku dengan kehampaan hati yang menghujam ribuan tangis dikala kelembutan hatiku merangkul harapan
Masih bersama malamku yang setia disetiap pilu memukulkan ribuan beban di antara puing-puing kehidupanku
Masih bersama malamku dengan penat menyingsingkan setiap goresan dikala itu
Masih bersaa malamku yang menyiksa setiap biduk abadiku
Bersama malamku dengan ribuan merayu diatas perihku
Bersama malamku dengan semakin merunduk diantara hamparan tandus
Dan tetap bersama malamku